Waspadai Pergaulan Bebas Anak Muda

Seberapa besar sih pengaruh pergaulan bagi remaja ? apakah perlu diwaspadai ?

Bukankah masa remaja juga masa abu-abu , labil, emosi , bahkan kadang tidak rasional ?

Usut punya usut, ternyata pergaulan bebas termasuk kerap dikonotasikan sebagai perihal yang negatif seperti narkoba, seks bebas, kehidupan malam, tabiat negatif yang melanggar norma dan agama.

Pergaulan Bebas di Indonesia Tingkatkan Perilaku Seks Bebas

Akhir-akhir ini, Indonesia berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Apa yang dikhawatirkan? Tidak bisa dipungkiri misalnya dikatakan bahwa type hidup baru privat masyarakat Indonesia condong hedonisme (mencari kebahagiaan sebanyak mungkin) seperti hura-hura, perihal ini memicu tabiat seks bebas, terlebih di kalangan remaja.

Pergaulan bebas di Indonesia kerap berjalan di kota-kota besar seperti JABODETABEK, berasal dari information BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) 2010, remaja yang telah hilang keperawanannya raih 51%, sedang di kota lain seperti, Surabaya 54%, Medan 52%, Bandung 47%, dan Yogyakarta 42%. Dan di th. 2013 lebih kurang 64 juta remaja Indonesia rentan punya tabiat seks bebas dan pemakaian zat tropika berbahaya, hihhh.. menyeramkan.

Penyebab dan Dampak Pergaulan Bebas

Siapa sih yang tidak mengetahui apa itu penyakit Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immunune Deficiency Syndrome atau yang lebih dikenal bersama dengan sebutan HIV/AIDS? Nah, tidak benar satu penyebab penyakit itu adalah pergaulan bebas yang memicu tabiat seks bebas.

Ada banyak penyebab remaja jalankan pergaulan bebas, terlebih kalangan pelajar. Penyebab tiap remaja mungkin berbeda, namun semuanya berakar pada penyebab yang utama yaitu kurangnya pegangan hidup remaja dalam mengenai keyakinan/agama dan ketidakstabilan tingkat emosional. Hal selanjutnya memicu tabiat yang tak teratasi pada remaja, dan pola pikir rendah.

1. Sikap mental yang tidak sehat dan pola pikir yang salah

Remaja menjadi bangga terhadap pergaulan yang tidak sepantasnya. Mereka melakukannya hanya sebatas untuk menyenangkan diri dan tidak menginginkan diakui rendah sebab rasa gengsi yang berlebih.

2. Pelampiasan rasa kecewa

Ketika remaja mengalami tekanan sebab kekecewaan terhadap orangtuanya yang sangat otoriter ataupun membebaskan, sekolah yang menambahkan tekanan berkesinambungan (banyaknya tugas dan menurunnya prestasi), dan lingkungan masyarakat yang menambahkan kasus sosialisasi menyebabkan pola pikir negatif dan condong mengambil cara salah untuk menghibur diri.

Kalau kamu ingin rehat sejenak dari tugas sekolah yang menumpuk, bisa mengalihkannya dengan mengembangkan hobi misalnya menulis ataupun bermusik, tidak perlu mencari pelarian yang negatif dan merugikan diri sendiri.

3. Kegagalan remaja dalam menyerap norma

majunya pertumbuhan zaman, globalisasi. Lagi-lagi globalisasi pengaruhi pola pikir remaja, hanya sebab menginginkan muncul modernisasi atau bergaya, banyak diantaranya yang mengikuti lebih dari satu budaya Barat yang tidak sesuai dengan nila Pancasila, misalnya bergaya busana sesuai artis-artis yang mengenakan busana kurang pantas.

Coba kamu pikirkan lagi, menjadi diri sendiri pasti lebih menyenangkan, bergaya boleh saja asalkan tidak memaksakan diri dan pastinya sesuai dengan ideologi bangsa Indonesia, yaitu Pancasila.

4. Rasa penasaran dan pemahaman perasaan yang labil

‘kisah kasih di sekolah.. dengan si dia..” wah-wah siapa yang tidak mengerti penggalan lirik lagu tersebut? Ya, lagu berikut mengerti menggambarkan bagaimana indahnya masa-masa di Sekolah Menengah Atas saat kamu merasakan debaran jantung tak menentu waktu seseorang yang kamu idolakan melalui didepanmu, ups.

Apakah kamu mengenal makna ‘pacaran’ ? makna berikut sudah tidak asing kembali di kalangan remaja, lebih-lebih pelajar Menengah Atas.

Tetapi banyak diantaranya yang salah pemahaman, misalnya mereka yang punya ikatan hubungan dengan gejolak perasaan yang labil dan hanya menghayalkan kesenangan waktu tanpa berpikir panjang, dengan melakukan hubungan intim yang tak sepantasnya ditunaikan di kalangan pelajar.

Pepatah mengatakan “penyesalan singgah diakhir” kalau di awal namanya pendaftaran, haha.. Jadi, berteman itu boleh saja, tetapi ingat batasannya ya jangan sampai melakukan tindakan sangat jauh yang nantinya akan mendatangkan penyesalan mendalam bagi dirimu sendiri.

 

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.