Gaya Hidup Kaum Muda dalam Menangani Sampah

Anak muda identik dengan jorok, tidak teratur dan suka buang sampah sembarangan, benarkah hal itu ?

Harus seperti apa kamu muda di Indonesia saat ini ?

Budaya hidup tidak jorok, bersih lingkungan dan gaya hidup minimalisir limbah harus menjadi kepribadian dari kaum muda di seluruh Indonesia.

Ini akan menjadi kunci kemajuan rakyat Indonesia dengan peradaban hijau dan berkelanjutan yang baru.

Masa Depan ada di tangan Kaum Muda

“Teman-teman kaum muda haruslah menjemput masa depannya dengan kondisi kualitas lingkungannya yang baik, sehingga kita semua harus berupaya semaksimal mungkin mewariskan kondisi bumi yang hanya satu ini dengan baik”

kata Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK), Bambang Hendroyono dalam sambutannya mewakili Menteri LHK Siti Nurbaya untuk webinar “Kaum Muda Berbudaya, Bersihkan Lingkungan” yang digagas oleh Green Leadership Indonesia

Kaum Muda adalah pewaris

Jika kaum muda adalah ahli waris sejati, negara bagian ini dan negara ini, oleh karena itu kaum muda juga harus bertindak aktif dan menjadi agen upaya untuk mengubah perilaku pengelolaan limbah.

“Orang -orang muda inilah yang akan mengubah Indonesia, dengan membangun” peradaban “yang menghormati lingkungan dan dengan melakukan limbah minimum limbah,” kata Bambang.

Kesepakatan Indonesia dan Negara G20 tentang Limbah

Sebagai anggota komunitas dunia, Indonesia telah sepakat untuk mendorong pengembangan hijau. Pertanyaan tentang pengelolaan limbah berkelanjutan di payung perubahan iklim sangat penting untuk menemukan solusi terbaik.

Momentum para pemimpin Indonesia di G20 tahun ini akan menjadi kendaraan untuk memperkuat upaya bersama dari negara -negara G20, termasuk anak -anak mudanya untuk mengelola limbah berkelanjutan berkat gerakan 3R (penggunaan kembali, daur ulang), ekonomi melingkar dan limbah dari sumbernya.

Limbah juga menimbulkan emisi dan pemanasan global

Masalah limbah membuat kontribusi yang sangat penting untuk emisi gas rumah kaca (GRK) yang merupakan penyebab perubahan iklim dan pemanasan global. “Pengelolaan limbah tidak baik, akan menghasilkan emisi GRK dalam bentuk gas metana atau CO2. Gas metana itu sendiri adalah faktor emisi GRK tertinggi,” tambah Bambang.

Akibatnya, Bambang menyarankan semua orang muda di seluruh Indonesia untuk membangun limbah minimum, antara lain, dengan mencegah / membatasi penggunaan barang -barang sekali pakai, dengan berbelanja tanpa kemasan dan menggunakan tas untuk mengulang atau membawa wadah untuk berbelanja, mengurutkan limbah dari dari Rumah, menyelesaikan makanan tanpa sisa -sisa dan menyusun sisa makanan di rumah.

Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada tahun 2022 juga menekankan bahwa kita harus melakukan pengelolaan limbah dalam konteks untuk mengurangi emisi GRK, melalui tema “mengelola limbah, mengurangi emisi, membangun proklim”.

Pengaruh Kaum Muda

Kaum muda sebagai bagian terbesar dalam demografi masyarakat Indonesia, tentu memiliki pengaruh yang besar jika mau berbuat serentak menerapkan gaya hidup minim sampah dan ramah lingkungan, maka persoalan sampah dapat diselesaikan dengan sendirinya, dan kita dapat mewujudkan “net zero emission” dari persoalan sampah

\\

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.